Museum Affandi
terbagi menjadi 3 (tiga) galeri. Masing-masing galeri memiliki
ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda. Anda pun akan
merasakan perbedaannya ketika memasuki masing-masing galeri
tersebut.GALERI I
 |
Pertama kali Anda
memasuki Museum Affandi, Anda akan disambut oleh Galeri I.
Pintu masuk yang cukup unik dan menarik ini sengaja didesain
untuk dapat memberikan kesan istimewa bagi pengunjung. Galeri
ini berisi berbagai macam lukisan Affandi. Anda juga dapat
melihat mobil unik milik Affandi -- karena mirip dengan bentuk
ikan-- yang sangat ia sukai dipajang
disana. Juga terdapat sepeda yang dahulu sering digunakan oleh
Affandi. Galeri ini cukup luas dan menawarkan koleksi-koleksi
Affandi yang sangat artistik. |
Lukisan yang berada di galeri ini
terdiri dari lukisan sketsa, lukisan dengan menggunakan cat air,
pastel, cat minyak pada kanvas, dan beberapa hasil reproduksi.
Disini Anda akan mengetahui bagaimana Affandi mahir dalam
menggunakan beberapa media kanvas dan Anda dapat membedakan
bagaimana melukis dengan media serta alat yang berbeda.
GALERI II
 |
Berlokasi hanya beberapa meter dari Galeri I, Galeri II ini
menawarkan ciri khas yang berbeda pula. Galeri ini dibangun
dengan bantuan dari pemerintah Indonesia dan dibuka pada tahun
1987.Galeri ini digunakan sebagai tempat pameran beberapa
koleksi lukisan museum dari beberapa pelukis terkenal. Anda
dapat menikmati berbagai lukisan karya berbagai pelukis
terkenal dari sudut pandang yang berbeda-beda. Galeri ini
dibangun setinggi 2 lantai. Lantai bawah banyak berisi
lukisan-lukisan yang bersifat abstrak, sedangkan lantai 2
didominasi oleh lukisan bercorak realistis tetapi tegas. |
GALERI III
 |
Galeri
ini didirikan oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999 dan
diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono pada tahun 2000.
Tampak bahwa galeri ini adalah galeri yang paling muda
usianya. Galeri ini didirikan untuk memenuhi keinginan Affandi
agar memiliki tempat yang cukup untuk koleksi lukisan
miliknya. Galeri yang memiliki tiga lantai ini memiliki ide
dasar yang sama, yaitu berbentuk kurva melingkar dengan atap
berbentuk daun pisang. |
Lantai pertama digunakan untuk
pameran sementara dari pelukis lokal maupun mancanegara. Tempat
ini juga digunakan untuk sanggar melukis anak-anak yang bernama "Sanggar
Gajahwong", dimana anak-anak belajar menuangkan
kreativitasnya dengan melukis. Lantai kedua digunakan untuk tempat
restorasi. Dan basement digunakan untuk menyimpan berbagai
koleksi lukisan yang lain. Di sebelah galeri ini terdapat menara.
Anda dapat menaikinya dan menikmati angin segar disana. Anda juga
dapat melihat beberapa bagian museum, jalan raya, dan sungai
Gajahwong dari sudut pandang menara ini. Sangat indah. |